Home / Around Us / Properti

Minggu, 13 September 2026 - 17:28 WIB

Bukan Lagi Sekadar Wacana, Kereta Gantung Harjamukti–Mekarsari Masuk Tahap Piloting

aroundCibubur.com – Rencana pembangunan transportasi penghubung antara kawasan Mekarsari–Cileungsi dan Stasiun LRT Harjamukti kembali mendapat perkembangan terbaru.

Proyek yang selama ini dikenal sebagai rencana kereta gantung atau elevated feeder LRT Harjamukti–Mekarsari kini telah menyelesaikan tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan mulai bergerak menuju tahap piloting atau uji coba teknologi.

Kabar tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono pada September 2026. Menurutnya, pihak terkait saat ini tengah mempersiapkan uji coba teknologi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Uji coba dilakukan dari Stasiun LRT TMII menuju kawasan TMII

Menariknya, uji coba awal tidak langsung dilakukan pada koridor Harjamukti–Mekarsari.

Kementerian Perhubungan bersama pihak TMII, PT Minsky Cakrawala Nusa, Malcon Group dan Unitsky Nusantara Technologies tengah menyiapkan pilot project yang menghubungkan Stasiun LRT TMII dengan area parkir TMII.

Konsepnya adalah memberikan konektivitas jarak pendek dari stasiun LRT menuju kawasan tujuan wisata.

Uji coba tersebut penting untuk melihat bagaimana teknologi yang direncanakan sebagai feeder dapat diterapkan dan diintegrasikan dengan transportasi massal yang sudah beroperasi.

Kemenhub juga menyebut pihak TMII menyambut baik rencana tersebut karena jarak antara stasiun dan area parkir dapat dilayani dengan moda feeder.

Bagaimana dengan rute Harjamukti–Mekarsari?

Untuk koridor yang lebih besar, rencana awal proyek feeder LRT Harjamukti–Mekarsari memiliki panjang sekitar 11,5 kilometer.

Rute tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Mekarsari dan Cileungsi dengan simpul transportasi utama di Stasiun LRT Harjamukti.

Dengan terhubungnya feeder tersebut, masyarakat dari kawasan Cileungsi dan sekitarnya diharapkan dapat memiliki akses yang lebih mudah menuju jaringan LRT Jabodebek.

Proyek ini juga dirancang menggunakan skema pembiayaan swasta, sehingga tidak mengandalkan APBN.

Dari Mekarsari ke Jakarta, benarkah nantinya bisa lebih mudah?

Inilah bagian yang paling menarik bagi masyarakat Cibubur dan Cileungsi.

Saat ini perjalanan dari kawasan Cileungsi/Mekarsari menuju Jakarta masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, angkutan jalan raya, bus, maupun kombinasi beberapa moda.

Jika feeder Harjamukti–Mekarsari terealisasi sesuai konsep awal, masyarakat dapat memiliki pilihan perjalanan dari Mekarsari menuju Dukuh Atas.

Dari kawasan Dukuh Atas, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi massal lainnya.

LRT Jabodebek sendiri pada lintas Cibubur saat ini melayani perjalanan dari Harjamukti menuju Dukuh Atas melalui sejumlah stasiun, antara lain Ciracas, Kampung Rambutan, TMII, Cawang, Cikoko dan Dukuh Atas.

Bukan sekadar proyek transportasi

Bagi kawasan Cibubur dan Cileungsi, proyek ini sebenarnya memiliki potensi lebih besar daripada sekadar menyediakan moda transportasi baru.

Kehadiran koneksi langsung menuju LRT dapat membuka peluang perubahan pola perjalanan masyarakat.

Kawasan yang selama ini berkembang sangat pesat dengan perumahan, pusat perdagangan, sekolah, fasilitas kesehatan dan kawasan komersial berpotensi semakin terintegrasi dengan jaringan transportasi massal Jabodetabek.

Bagi masyarakat Kota Wisata dan kawasan sekitarnya, perkembangan ini juga menarik untuk diperhatikan karena Mekarsari–Cileungsi merupakan salah satu kawasan yang berada dalam lingkup pertumbuhan Cibubur Raya.

Namun perlu dicatat, belum berarti kereta gantung Harjamukti–Mekarsari sudah memasuki tahap pembangunan fisik.

Status saat ini lebih tepat disebut telah melewati tahap studi kelayakan dan memasuki proses pengujian/piloting teknologi. Pembangunan koridor komersial masih membutuhkan tahapan lanjutan, termasuk keputusan investasi, perizinan, desain final, dan proses implementasi.

Dari wacana menjadi semakin konkret

Perjalanan proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2025.

Pada 9 Oktober 2025, dilakukan kick-off meeting dan penandatanganan komitmen pelaksanaan FS antara pihak terkait.

Dalam konsep awal, teknologi yang ditawarkan adalah Unitsky String Transport (UST) atau Suspended String Light Rail Transport (SSLRT).

Studi tersebut mencakup antara lain proyeksi jumlah penumpang, analisis teknis, konsep trase dan skema investasi.

Kemudian pada 13 Mei 2026, PT Minsky Cakrawala Nusa menyampaikan laporan akhir FS kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Artinya, proyek ini kini telah bergerak melewati fase awal kajian dan mulai memasuki tahap pengujian konsep di lapangan.

Apa dampaknya bagi Cibubur?

Jika proyek akhirnya benar-benar terealisasi, ada beberapa potensi dampak yang patut diperhatikan masyarakat Cibubur dan Cileungsi.

Pertama, pilihan transportasi bertambah.

Warga tidak hanya bergantung pada kendaraan pribadi atau bus untuk menuju Jakarta.

Kedua, akses menuju LRT Harjamukti semakin luas.

Stasiun Harjamukti dapat berfungsi lebih kuat sebagai simpul transportasi bagi kawasan di sebelah timurnya.

Ketiga, potensi pertumbuhan kawasan meningkat.

Transportasi massal biasanya ikut memengaruhi perkembangan aktivitas ekonomi di sekitar titik transit.

Keempat, waktu perjalanan berpotensi lebih terprediksi.

Salah satu keunggulan transportasi berbasis jalur khusus adalah tidak terpengaruh langsung oleh kemacetan jalan raya seperti kendaraan berbasis jalan.

Tetapi masih ada satu pertanyaan besar

Pertanyaan terbesar sekarang bukan lagi “Apakah proyek ini masih sebatas wacana?”

Perkembangannya sudah lebih jauh dari itu.

Pertanyaan berikutnya adalah:

Kapan koridor Harjamukti–Mekarsari benar-benar dibangun dan mulai melayani penumpang?

Jawabannya masih menunggu tahapan berikutnya.

Uji coba di TMII akan menjadi salah satu bagian penting untuk melihat bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dan diintegrasikan dengan sistem transportasi yang sudah ada.

Bagi warga Cibubur, Cileungsi dan Mekarsari, perkembangan ini layak terus dipantau.

Sebab apabila proyek sepanjang kurang lebih 11,5 kilometer tersebut benar-benar terealisasi, peta transportasi Cibubur Raya menuju Jakarta berpotensi berubah cukup signifikan.

Artikel ini akan diperbarui mengikuti perkembangan resmi proyek Feeder LRT Harjamukti–Mekarsari.

Sumber: Kementerian Perhubungan, Bisnis.com, Unitsky Nusantara Technologies.

Share :

Baca Juga

Around Us

Porseni Kemerdekaan PCKC 2023 di Kota Wisata Cibubur

Around Us

Persiapan Menjelang Libur Nataru, Berikut Tarif Tol Jakarta Surabaya

Around Us

Kecerdasan Buatan (AI) untuk Agen Properti : Bukan Sekadar Tren, Tapi Solusi Nyata

Around Us

Marvelous Celebration Manjakan Pelanggan Living World Kota Wisata Cibubur

Around Us

10 Destinasi Pariwisata Sekitar Cibubur yang Wajib Kamu Kunjungi Sebelum 2027!

Around Us

Apakah Era AI Akan Bernasib Seperti Gelembung Dotcom?

Around Us

Sejarah Singkat Cibubur

Around Us

Rencana Penerapan Electronic Road Pricing di Jakarta