aroundCibubur.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di akhir April 2026. PT Pertamina melakukan penyesuaian pada beberapa jenis BBM nonsubsidi yang langsung terasa dampaknya bagi pengguna kendaraan, terutama diesel dan BBM beroktan tinggi.
Namun menariknya, tidak semua jenis BBM mengalami kenaikan. Beberapa justru tetap stabil.
Daftar Harga BBM Pertamina per 27 April 2026
Untuk wilayah Jawa dan sekitarnya, berikut harga terbaru:
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Biosolar: Rp6.800/liter
- Pertamax: Rp12.300/liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
- Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
- Dexlite: Rp23.600/liter
- Pertamina Dex: Rp23.900/liter
Perbandingan dengan Harga 13 April 2026 (2 Minggu Lalu)
Jika ditarik mundur ke pertengahan April, terlihat perubahan yang sangat signifikan, terutama pada BBM nonsubsidi:
| Jenis BBM | 13 April 2026 | 27 April 2026 | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 | Rp10.000 | Tetap |
| Biosolar | Rp6.800 | Rp6.800 | Tetap |
| Pertamax | ±Rp12.300–12.600 | Rp12.300 | Stabil |
| Pertamax Turbo | Rp13.100 | Rp19.400 | +Rp6.300 |
| Dexlite | Rp14.200–14.500 | Rp23.600 | +Rp9.000+ |
| Pertamina Dex | Rp14.500–14.800 | Rp23.900 | +Rp9.000+ |
Lonjakan Paling Signifikan: BBM Diesel & Turbo
Dari data tersebut, terlihat jelas:
- Dexlite & Pertamina Dex naik drastis hingga lebih dari Rp9.000/liter
- Pertamax Turbo melonjak tajam lebih dari Rp6.000/liter
- Sementara itu, BBM subsidi dan Pertamax tetap stabil
Kenaikan ini bahkan menjadi salah satu lonjakan harga BBM paling tinggi dalam waktu singkat sepanjang April 2026.
Kenapa Bisa Naik Drastis?
Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Harga minyak dunia yang melonjak
- Ketegangan geopolitik global
- Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar
Sementara itu, pemerintah masih menahan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar tidak membebani masyarakat luas.
Bagi masyarakat pengguna kendaraan harian:
- Pengguna mobil diesel akan paling terdampak
- Pengguna BBM high-end (Turbo) juga merasakan lonjakan signifikan
- Pengguna Pertamax & Pertalite relatif aman untuk saat ini
Hal ini bisa mengubah pola konsumsi BBM, terutama bagi pengguna kendaraan operasional dan logistik, namun menariknya, kenaikan kali ini tidak merata, dimana BBM subsidi tetap, BBM menengah (Pertamax) stabil, BBM atas & diesel naik tajam
Artinya, gap harga antar jenis BBM kini semakin lebar. Ini berpotensi mendorong pergeseran konsumsi ke BBM yang lebih murah.
Dalam dua minggu terakhir, terjadi perubahan besar pada harga BBM di Indonesia. Jika sebelumnya relatif stabil, kini:
- BBM diesel dan Turbo mengalami lonjakan ekstrem
- BBM subsidi dan Pertamax masih “ditahan”
- Selisih harga antar jenis BBM semakin jauh
Situasi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat memilih jenis BBM sesuai kebutuhan dan budget.







