aroundCibubur.com – Konektivitas Jakarta–Bandung terus diperkuat dengan hadirnya jalan tol baru Jakarta–Bandung, yakni Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan). Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis nasional yang dirancang untuk mengurai kemacetan kronis di Tol Jakarta–Cikampek dan Cipularang, sekaligus memangkas waktu tempuh perjalanan antar dua kota metropolitan tersebut.
Selama ini, rute Jakarta–Bandung dikenal padat, terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang. Kehadiran tol baru diharapkan memberi pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Tol Japek II Selatan merupakan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Bekasi dan sekitarnya menuju Purwakarta, lalu terintegrasi dengan Tol Purbaleunyi arah Bandung. Secara konsep, tol ini membentang di sisi selatan Tol Jakarta–Cikampek eksisting, dengan kontur wilayah yang berbeda sehingga diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Tol ini dirancang untuk kendaraan pribadi dan logistik, serta menjadi solusi saat terjadi kepadatan atau insiden di ruas tol utama.

Dikutip dari akun Instagram jjs_tollroad, progress pembangunan sudah mencapai 74,9 %. Warga berharap jalur ini sudah bisa digunakan saat mudik lebaran 2026 nanti.
Salah satu daya tarik utama Tol Japek II Selatan adalah klaim pemangkasan waktu tempuh Jakarta–Bandung secara signifikan. Dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan yang biasanya memakan waktu 2–3 jam melalui Cipularang diproyeksikan dapat menjadi jauh lebih singkat.
Meski klaim ekstrem seperti 45 menit masih bergantung pada banyak faktor—seperti volume kendaraan dan kondisi operasional—tol ini tetap dipastikan memberikan efisiensi waktu yang nyata dibandingkan jalur eksisting.
Manfaat Tol Baru Jakarta–Bandung
1. Alternatif Jalur Bebas Macet
Tol Japek II Selatan memberikan pilihan rute baru bagi pengendara, khususnya saat Tol Jakarta–Cikampek dan Cipularang mengalami kepadatan tinggi.
2. Mendukung Mobilitas dan Logistik
Arus distribusi barang dari Jakarta ke wilayah Jawa Barat bagian tengah dan selatan menjadi lebih lancar, sehingga berdampak positif pada sektor industri dan logistik.
3. Dorong Pariwisata Jawa Barat
Akses yang lebih cepat dan nyaman akan meningkatkan minat wisatawan menuju Bandung, Purwakarta, dan kawasan Priangan lainnya.
4. Solusi Saat Musim Mudik
Tol ini juga diproyeksikan menjadi jalur andalan saat arus mudik dan balik Lebaran, terutama jika dibuka secara fungsional.
Hingga saat ini, Tol Japek II Selatan masih dalam tahap penyelesaian bertahap. Pada periode tertentu, khususnya musim libur besar, ruas tol ini direncanakan dapat dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Soal tarif, pemerintah dan badan usaha jalan tol masih akan menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku. Sebagai gambaran, tarif Jakarta–Bandung melalui tol eksisting saat ini berada di kisaran Rp70 ribuan hingga Rp80 ribuan untuk kendaraan golongan I.
Bagi warga Kota Wisata Cibubur dan kawasan Transyogi, perjalanan menuju Bandung bukan sekadar urusan jarak, tetapi soal waktu dan energi. Setiap akhir pekan atau musim libur, Tol Jakarta–Cikampek dan Cipularang kerap menjadi momok karena kemacetan panjang yang sulit diprediksi.
Kehadiran Tol Japek II Selatan membuka harapan baru, terutama karena aksesnya yang relatif dekat dari kawasan Cibubur melalui Tol JORR. Artinya, warga Cibubur tidak perlu lagi memutar terlalu jauh atau terjebak di jalur utama yang padat sejak Bekasi hingga Karawang.
Jika dikelola dengan baik, tol ini bisa menjadi “jalur favorit” baru bagi warga perumahan di Cibubur, Kota Wisata, Nagrak, hingga Cileungsi yang hendak menuju Bandung atau Purwakarta. Efeknya bukan hanya pada kenyamanan perjalanan, tetapi juga efisiensi waktu keluarga dan biaya operasional kendaraan.
Namun, ekspektasi publik tetap perlu dijaga. Tanpa manajemen lalu lintas yang matang, Tol Japek II Selatan berpotensi mengalami kepadatan serupa, terutama di titik pertemuan dengan JORR dan Tol Purbaleunyi. Oleh karena itu, kesiapan simpang susun, rambu informasi, dan rest area menjadi kunci utama.
Meski begitu, dari sudut pandang warga Cibubur, tol ini tetap patut diapresiasi. Ia bukan sekadar proyek nasional, melainkan infrastruktur yang secara langsung menyentuh kebutuhan mobilitas harian dan rekreasi masyarakat pinggiran Jakarta.
Tol Japek II Selatan memberi sinyal bahwa pembangunan transportasi tidak lagi berpusat di kota inti, melainkan mulai memperhatikan kawasan penyangga seperti Cibubur yang terus berkembang. (Kendra Yudha)








